Juni 28, 2011
Kategori: Uncategorized . . Penulis: cingkrikgoning . Komentar: 4 Komentar

Jakarta, Meski tidak membawa senjata, kedatangan tukang pukul harus diwaspadai jika punya keterampilan untuk membunuh dengan tangan kosong. Manusia memang punya kelemahan di beberapa titik, yang membuatnya bisa tewas hanya dengan satu pukulan.
Ilmu beladiri China mengenal teknik melumpuhkan lawan yang disebut Dim Mak yang artinya sentuhan maut. Tanpa harus mengeluarkan banyak gerakan, satu sentuhan pada bagian tertentu bisa membuat lawan tersungkur tak berdaya atau bahkan mati seketika.
Beberapa bagian tubuh manusia bisa menjadi target dalam teknik sentuhan maut. Maka itu jaga bagian-bagian tubuh ini agar terhindari dari pukulan yang keras dan mematikan seperti karena perkelahian atau sebab lain. Dan jangan melakukan kekerasan pada orang lain yang bisa berujung maut dan malah membuat orang jadi terpidana.
Para ahli psikologi mengatakan, mengeluarkan amarah dengan kata-kata adalah cara teraman untuk menghindari kasus-kasus kekerasan. Namun manusia juga harus bisa melatih emosinya agar tidak cepat ‘panas’ dengan cara selalu berpikiran positif.
Pukulan di tubuh yang harus dihindari karena bisa mematikan itu seperti dikutip dari Straightdope, Selasa (12/4/2011) antara lain.
1. Pukulan di dada
Benturan keras di bagian ini bisa membuat orang tewas seketika akibat terhentinya denyut jantung yang disebut dengan commutio cordis. Gangguan fungsi jantung akibat benturan di dada bahkan seringkali tidak disertai kerusakan struktural pada jantung.
Dalam studi yang dilakukan terhadap 128 kasus serangan dengan tangan kosong yang diarahkan ke dada, 84 persen di antaranya berujung kematian. Sekitar 50 persen tewas seketika dan sisanya butuh waktu 1-2 menit sebelum jantungnya berhenti berdetak.
Penelitian itu mengungkap tidak butuh tenaga yang terklalu kuat untuk memberikan efek pada jantung. Eksperimen yang dilakukan pada binatang menunjukkan bahwa pukulan yang dilayangkan dengan kecepatan 48 km/jam sudah cukup untuk membunuh korban.
2. Pukulan di leher
Beberapa titik di samping leher memiliki pembuluh darah yang dinamakan carotid artery. Karena fungsinya adalah mendistribusikan oksigen ke otak, dampaknya bisa sangat mematikan jika pembuluh darah tersebut mengalami kerusakan misalnya karena terkena pukulan.
Dampak paling fatal terjadi apabila pukulan diarahkan ke bagian carotid sinus, yakni percabangan pembuluh darah di sisi samping leher manusia. Kerusakan di bagian tersebut akan memicu kelumpuhan serta berbagai masalah sistem saraf yang akan segera disusul dengan kematian.
3. Pukulan di kepala bagian belakang
Titik paling mematikan dalam ilmu bela diri China adalah Bladder-10 yang terletak pada tengkorak bagian belakang. Titik yang sama digunakan juga dalam akupunktur untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan kandung kemih (bladder).
Dalam sekejap, benturan di bagian tersebut bisa memicu kerusakan pada sistem otak yang mengatur kesadaran yakni Reticular Activating System (RAS) sehingga korban langsung pingsan. Apabila benturannya cukup keras, korban tidak hanya pingsan tetapi bisa langsung tewas saat itu juga.
Jumat, 11/06/2010 03:58 WIB
Laporan dari Afrika Selatan
Oleh Doni Wahyudi – Piala Dunia
Pretoria – Pencak silat masih jadi sesuatu yang sangat asing di Afrika Selatan. Namun seni bela diri asli Indonesia itu berhasil mencuri pe
rhatian dan jadi bintang dalam sebuah festival di Pretoria.
Sehari jelang dibukanya Piala Dunia 2010, Kota Pretoria menggelar semacam karnaval yang dinamai Festival Musanda. Beberapa perwakilan negara sahabat ikut dalam acara tersebut, termasuk dari Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, kedutaan besar Indonesia menurunkan kesenian pencak silat. Meski publik Afrika Selatan masih banyak yang belum mengenal Indonesia, apalagi pencak silat, tapi atraksi yang dipertunjukkan ternyata mampu menyedot banyak perhatian warga sekitar yang dilewati rombongan parade tersebut.
Di bawah pimpinan Prihardjono, sekitar berlasan pesilat muda mempertunjukkan beragam jurus sepanjang rute karnaval yang berjarak sekitar lima kilometer tersebut. Setiap peragaan jurus, baik tangan kosong maupun simulasi duel, puluhan orang langsung berkerumun untuk menyaksikan dan bersorak-sorai memberi dukungan. Padahal tak semua peserta festival dapat sambutan seperti itu.
Beberapa penonton yang berjejer di sepanjang jalan bahkan ada yang meniru-nirukan jurus yang diperagakan rombongan Indonesia tersebut.
Menggunakan atasan berwarna merah dan celana putih plus sejenis tutup kepala asal Minang, rombongan Indonesia kerap dapat dukungan saat peragaan silat dilakukan.
Pencak silat sendiri baru masuk Afrika Selatan sejak Januari 2010 lalu. Namun sejuh ini perkembangannya terhitung menggembirakan dengan jumlah pengikutnya sudah mencapai 400 orang. Ditargetkan pada tahun pertama ini ada seribu anggota yang bisa dijaring.
“Hitungannya sulit memperkenalkan pencak silat di Afrika Selatan. Saat pertama dengar saja mereka bertanya-tanya. Apa itu pencak silat, apa sejenis makanan, atau apa,” kisah Ketua Asosiasi Pencak Silat Afrika Selatan,� Sariat Arifia kepada detiksport di Pretoria, Kamis (10/6/2010).
Meski diakui sulit, namun upaya untuk terus memperkenalkan pencak silat di Afrika Selatan dan negara sekitarnya terus dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan menggelar turnamen pencak silat se-Afrika Selatan dalam waktu dekat ini.
Dengan dukungan dari kedutaan besar Indonesia di Afrika Selatan, sebuah cabang baru akan dibuka di Cape Town dalam waktu dekat.
“Tantangan kami di sini adalah menjual silat saat banyak orang masih tidak tahu. Itu sulit karena ibaratnya promosi butuh dana yang tidak sedikit. Sejauh ini kita swadaya saja. Kami juga meminta dukungan dan doa masyarakat Indonesia untuk bisa terus mengembangkan pencak silat di Afsel ini,” pungkas Sariat.
(din/arp)
Sumber : detik.com
Salah satu manfaat yang harus dikembangkan dalam berlatih beladiri adalah bagaimana kita melatih semangat, spirit!
Jiwa-jiwa muda yang penuh gairah kita arahkan dengan spirit perjuangan seorang pendekar yang tidak mudah goyah diterpa badai kehidupan. Semangat pantang menyerah, teguh mempertahankan prinsip, bersungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita.
Betapa banyak generasi muda yang layu sebelum berkembang, patah semangat, kehilangan gairah hidup…bahkan sampai ada yang bunuh diri! Kenapa bisa terjadi? karena jiwanya tidak ditempa, semangatnya tidak dilatih supaya terus berkobar, dan hatinya tidak diisi dengan keimanan.
SEMANGAT! Ibarat seorang penunggang kuda, jubahnya berkiba
r, berani menembus badai pasir untuk meraih cita-cita, menegakkan keadilan, menghancurkan angkara murka!
2. TRIANGLE, cara ini dilakukan oleh empat orang murid, tiga orang penyerang dari depan, samping kiri dan samping karang, satu orang lagi melakukan pembelaan diri. Serang dilakukan berdasarkan aba-aba dari pelatih apakah dimulai dari depan, samping kiri atau samping kanan.
Tentu saja banyak cara atau metode lain lagi untuk melatih teknik sambut ini supaya lebih cepat dikuasai, yang paling penting lagi hal ini juga bisa melatih murid supaya menjadi lebih tenang dan dapat mengatur pernapasan supaya lebih teratur dalam menghadapi situasi yang menegangkan. Selain itu tentu saja permainan seperti ini bisa menghilangkan kejenuhan dan memberikan kegembiraan tersendiri.
Salah satu pendekar Cingkrik Bang Andre Fathoni berbagi pengalaman bagaimana melatih teknik-teknik cingkriknya supaya menjadi gerakan yang reflektif dan efektif. Dalam latihan yang Bang Andre lakukan gerakan reflex bisa timbul dgn :
1. Latihan malem hari
2. Ngelazimin jurus/jalanin jurus dengan gerakan cepat terutama saat balik badan.
3. Keringet setelah latihan jangan di hapus / biar kering sendiri.
”Itu semua terbukti, ane pernah alemin… dan terus terang aga’ membahayakan orang sekitar kite…” ujar beliau.
” Menurut ane, reflex urutan ke dua dari tingkat orang yg sedang mendalami jurus ..
1. hapal… 2. reflex… 3. rasa. Tingkatan rasa adalah tingkat yg paling tinggi…”
“Mmm…ibarat kate gini bang, kalo reflex kena dulu baru mentil.. tapi kalo rasa belom kena udah ke tangkep.. kalo di pelm2x, tingkatan eni udah bisa tutup mata gitu.…”
Menarik bukan! Tapi satu hal yang paling penting adalah latihan…latihan…dan latihan!
Pemanasan dan peregangan sangat perlu dilakukan sebelum berlatih atau berolahraga pada umumnya. Keduanya dapat berguna untuk memperbaiki performa, mencegah resiko cedera, melenturkan otot tubuh, bahkan hingga pencegahan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan tulang(orthopedic).
Perbedaan mendasar antara pemanasan atau warm-up dengan peregangan atau stretching. Pemanasan sama sekali tidak sama dengan peregangan, namun keduanya mempunyai manfaat masing-masing. Berikut ini adalah penjelasan pemanasan dan peregangan menurut Dr. Nicholas DiNubile, M.D., seorang ahli bedah orthopedic spesialis ilmu kedokteran olahraga. Dr. Nick telah mendapat gelar salah satu “Best Doctors in America” dan “America’s Top Surgeons.” Ia melatih gerakan otot dan merawat cedera para atlit dan pelatih profesional hingga atlit kelas Olimpiade di tempat praktek pribadinya. Ia juga menjadi Orthopedic Consultant pada klub basket Philadelphia 76ers dan Pennsylvania Ballet. Dr. Nick juga mengajar para dokter dan ahli bedah muda di University of Pennsylvania, USA.
Pemanasan atau Warm-up dilakukan sebagai persiapan sebelum berlatih, berolahraga dan beraktivitas. Pemanasan menjadi semakin penting ketika usia kita bertambah, apalagi jika kita menderita cedera atau penyakit orthopedic lainnya. Pemanasan biasanya diselesaikan dengan kondisi tubuh sedikit berkeringat. Kondisi tersebut akan menaikkan temperatur tubuh sehingga jaringan otot-otot tubuh kita akan menjadi lebih elastis dan lentur akibatnya dapat mengurangi resiko cedera, keseleo atau kram otot. Otot-otot dan tendon (urat-urat daging) mempunyai sifat viscoelasticity. Maksudnya adalah otot dan tendon kita akan bereaksi berbeda pada kondisi temperatur tubuh yang berbeda pula, sifat fisik otot dan tendon sangat berbeda.
Ketika kondisinya dingin, maka keduanya menjadi mudah kaku dan tegang. Sebaliknya jika kondisinya menghangat maka otot dan tendon menjadi lebih elastis bagaikan tali bungee jumping. Berdasarkan sifat tersebut maka pemanasan sebelum berolahraga atau berlatih, sangatlah penting karena jika tidak Kondisi otot yang dingin akan mudah keseleo.
Pemanasan sangat mudah dilakukan agar tubuh bisa sedikit memanas dan berkeringat. Pemanasan biasanya dapat dilakukan dengan aktivitas kardiovaskular atau aerobik singkat seperti berlari di tempat, mengayuh stationary bike, atau dengan jumping jacks. Sekali saja kita dapat berkeringat akibat pemanasan, maka tubuh kita sudah lebih siap untuk berlatih, berolahraga atau beraktivitas.
Sementara itu peregangan atau stretching sangatlah berbeda. Jika diatas disebutkan bahwa kondisi otot yang dingin akan mudah keseleo (karena itu pemanasan sangat penting), maka kondisi otot atau kelompok otot yang tegang dan kaku juga akan mudah keseleo. Disinilah peran peregangan atau stretching menjadi penting. Peregangan memerlukan manuver atau gerakan yang bisa memperpanjang atau mengulur dengan lembut, dan hati-hati pada bagian otot serta tendon tubuh kita. Karena waktu yang sangat tepat untuk melakukan peregangan adalah setelah pemanasan yang cukup, kita juga dapat meregangkan otot yang kondisinya dingin. Namun kita harus lebih berhati-hati agar tidak terjadi keseleo berat, peregangan yang berlebihan malah mencederai otot kita lho…!
Peregangan dapat dilakukan dengan aman setiap hari dan harus melibatkan semua kelompok otot mayor (utama). Umumnya, orang-orang dewasa mempunyai empat titik otot tegang yang dapat diperkirakan sebelumnya. Empat titik tersebut adalah bahu bagian depan, punggung bagian bawah, otot-otot lutut, dan betis. Jika kita terlanjur mengalami otot yang tertarik atau bagian otot yang cedera, maka kemungkinan telah terjadi ketegangan otot di sekitar empat titik tadi. Salah satu cara yang baik untuk mengatasinya yaitu dengan meningkatkan fleksibilitas atau kelenturan, dan untuk menjadikan peregangan suatu gerakan yang menyenangkan adalah dengan mengikuti senam yoga.
Perlu kita tahu, bahwa kombinasi antara pemanasan dan peregangan banyak dibutuhkan sebelum kita melakukan aktivitas olahraga. Apalagi melibatkan pola gerakan yang mengangkat dan gerakan melompat atau melontar. Sebagai contohnya, jika kita akan melakukan angkat beban,bermain tennis, basket, atau bagi kita yang sering melakukan olahraga di akhir pekan saja (weekend warrior), maka baik pemanasan dan peregangan harus kita lakukan dahulu. Jangan lupa, peregangan juga penting dilakukan sesudah berolahraga atau setelah aktivitas kita yang berat. Bahkan misalnya ketika kita tiba di rumah setelah seharian beraktivitas yang melelahkan.
Tergantung pada jenis olahraga atau aktivitas kita, maka ada beberapa kelompok otot tertentu yang membutuhkan peregangan lebih lama. Misalnya, Jika anda melakukan latihan angkat beban, lakukan peregangan dengan mengangkat beban mulai dari yang ringan selama beberapa menit sampai kita sedikit berkeringat. Setelah itu baru yang berat dan awali dengan gerakan yang lambat. kita juga bisa mulai gerakan peregangan simpel yang terfokus pada otot atau kelompok otot yang penting dalam fitness seperti bagian tangan, dada, bahu, punggung, perut, paha dan betis. Jadi, Pilihlah jenis gerakan peregangan yang dapat mengendurkan bagian otot-otot tadi.
Seperti yang sudah kita ketahui, ada beberapa waktu yang tepat untuk melakukan peregangan. Peregangan bisa dilakukan sebelum dan sesudah kita melakukan aktivitas olahraga atau fitness, kita bisa melakukannya diantara sesi latihan yaitu pada saat ada istirahat kira-kira ±1 menit. Jika terlalu lama otot kita akan menjadi dingin kembali berarti kita seperti memulainya lagi dari awal. Nah, sebelum melanjutkan sesi latihan kita bisa gunakan peregangan atau stretching disela-sela waktu tersebut.
Nah, lakukanlah pemanasan terlebih dahulu dan kemudian disusul peregangan agar kita terhindar dari cedera otot.
Sumber : spiritfitnesscenter.blogspot.com
Sumber : Ath-Thib An-Nabawi, Ibnu Qoyim Al-Jauziyah
Sementara itu olahraga batin dilakukan melalui belajar dan mempelajari adab, dengan bergembira dan bersukaria, bersabar, bersikap teguh, bersikap berani, mudah memaafkan, berbuat kebajikan dan sejenisnya yang bisa mengolah batin. Olahraga batin terbaik adalah bersabar, memupuk cinta kasih, bersikap berani dan suka berbuat baik. Orang yang melakukan olahraga batin ini sedikit demi sedikit pasti seluruh sifat tersebut betul-betul mengakar dalam dirinya dan menjadi tabiat yang kuat sekali.
Kalau kita mencermati petunuk Nabi SAW dalam hal ini, kita akan mendapatkan petunjuk beliau itu sebagai penjagaan optimal terhadap kesehatan dan stamina, amat berguna dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.
Tidak diragukan lagi bahwa shalat saja mengandung cara menjaga kesehatan tubuh. Shalat mengandung komposisi gerak yang terbaik buat dirinya di samping hal-hal lain untuk menjaga kesehatan iman dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Demikian juga dengan shalat malam. Shalat malam merupakan cara terbaik menjaga kesehatan dan cara terbaik untuk menolak berbagai penyakit menahun selain juga menjadi cara meningkatkan semangat jiwa dan raga serta hati seseorang. Seperti disebutkan dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda :
“Setan mengikatkan tiga buhul ikatan di kepala manusia bila ia tidur. Pada masing-masing buhulan itu setan memberi pukulan sambil berkata: ‘Nikamatilah malam yang panjang, tidurlah’. Kalau ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, terbukalah satu ikatan. Bila ia berwudhu, terbukalah ikatan kedua. Dan bila ia sudah shalat, terbukalah seluruh ikatan sehingga ia berubah menjadi orang yang bersemangat jiwanya. Kalau tidak, ia akan berubah menjadi orang yang malas dan busuk jiwanya.”
Puasa yang disyariatkan juga termasuk di antara faktor penjaga kesehatan, sebagai olahraga bagi tubuh dan jiwa seseorang. Itu hal yang tidak dapat dipungkiri oleh orang yang sehat fitrahnya.
Adapun jihad dengan segala totalitas gerak tubuh yang terkandung di dalamnya termasuk diantara faktor terbaik dalam membina stamina, menjaga kesehatan, memperkuat jantung dan tubuh serta mengusir berbagai ampas makanan yang tidak berguna, bahkan juga menghilangkan kesedihan, kegundahan dan duka lara. Semua itu adalah hal yang hanya diketahui oleh orang yang memiliki peran dalam jihad itu sendiri. Demikian juga halnya dengan haji dengan berbagai manasik hajinya, juga perlombaan kuda dan lomba senjata, melakukan perjalanan untuk suatu keperluan atau untuk menemui saudara, memenuhi keperluan mereka, menjenguk orang sakit, mengiringi jenajah mereka, berjalan menuju masjid untuk melaksanakan shalat jumat dan shalat jama’ah, melakukan beberapa gerakan saat berwudhu, mandi jinabat dan lain-lain.
Demikian , semua bentuk ibadah tersebut setidaknya merupakan olahraga batin dalam menjaga kesehatan dan mengusir ampas tidak berguna. Adapun kandungan lain berupa cara untuk mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat serta menolak berbagai kejelekan dunia dan akhirat, maka itu adalah perkara lain lagi.
Dengan demikian pula kita mengetahui bahwa petunjuk Rasulullah SAW itu berada di atas segala petunjuk, dalam upaya merawat kondisi tubuh dan hati, memelihara kesehatan keduanya serta menolak berbagai penyakit. Tidak ada hal lain yang perlu dijelaskan lagi lebih dari itu bagi orang yang memiliki pemahaman yang sehat. Semoga Allah memberikan taufik-Nya.
Sumber : Ath-Thib An-Nabawi, Ibnu Qoyim Al-Jauziyah
Suatu hal yang dimaklumi bahwa tubuh seseorang untuk bisa bertahan hidup memerlukan makanan dan minuman. Makanan memang tidak seluruhnya akan menjadi bagian dari tubuh. Setiap proses pencernaan masih akan menghasilkan ampas yang apabila terlalu banyak dalam waktu yang lama akan menumpuk dalam jumlah banyak pula. Saat itu dengan kuantitas yang banyak dan kualitas yang berat, ampas tersebut akan berbahaya, bisa menyebabkan penyumbatan atau menyebabkan kegemukan, selain juga bisa menyebabkan beberapa penyakit dalam. Kalau dipompa keluar, obat-obatan pencahar seringkali mengganggu kesehatan. Karena kebanyakan adalah racun. Proses pemompaan keluar sendiri seringkali mengeluarkan juga zat-zat makanan yang masih bermanfaat. Sementara proses pengendapan ampas itu sendiri dapat memanaskan tubuh sehingga menyebabkan zat-zat basi ikut terpanaskan, atau mendinginkan tubah sehingga memperlemah suhu panas alami dan menghambat proses pembakaran.
Ampas-ampas tersebut tidak diragukan lagi amatlah berbahaya bila dibiarkan dalam tubuh dan sama bahayanya bila dipaksa keluar. Olahraga adalah cara terbaik untuk mencegah lahirnya ampas makanan tersebut. Karena olahraga dapat memanaskan tubuh, mencairkan sisa ampas sehingga tidak mendekam terlalu lama. Di samping itu olahraga juga dapat membiasakan tubuh bergerak lincah dan penuh semangat, menambah nafsu makan, mengeraskan persendian, memperkuat otot dan urat, bahkan menyelamatkan diri seseorang dari berbagai akibat zat kimia juga kebanyakan penyakit pencernaan, bila digunakan secara proporsional dan pada waktu yang tepat dan tentunya dengan sistem yang tepat pula.
Waktu olahraga yang terbaik adalah setelah selesai proses pencernaan makanan. Olahraga yang proporsional adalah bila sampai menyebabkan warna kemerahan pada kulit, nafas memburu dan badan terasa segar. Kalau harus mengeluarkan keringat, itu terlalu berlebihan. Bagian tubuh manapun yang dilatih dengan olahraga yang baik akan menjadi kuat, terutama sekali bila disesuaikan dengan jenis olahraga yang tepat. Bahkan setiap bentuk energi dilatih dengan cara yang sama. Orang yang banyak menghapal akan kuat daya hapalnya. Orang yang sering berpikir akan kuat daya pikirnya. Masing-masing anggota badan memiliki olahraga spesifik yang sesuai dengannya. Olahraga otak adalah membaca. Dimulai dengan membaca perlahan hingga keras-keras secara bertahap. Olahraga pendengaran adalah dengan mendengarkan bicara juga secara bertahap, dari mulai pembicaraan ringan hingga yang berat-berat. Demikian juga olahraga lidah, dilakukan dengan berbicara. Olahraga mata juga dilakukan dengan melihat. Olahraga kaki (berjalan) juga dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit.
Adapun menunggang kuda, melempar lembing, gulat, lomba lari, kesemuanya adalah olahraga fisik. Semua jenis olahraga itu dapat menghilangkan berbagai bentuk penyakit menahun, seperti lepra, busung lapar dan sembelit.
Sumber : SilatIndonesia.com
Cingkrik, Maenpukulan Khas Betawi Rawa Belong
Berbicara tentang maenpukulan (silat) Cingkrik tidak akan terlepas dari kampung Rawa Belong, begitupun sebaliknya. Keduanya identik tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena tidak dapat dipungkiri, bahwa di Rawa Belong lah maenpukulan Cingkrik dilahirkan dan dikembangkan. Perkembangan yang demikian pesat merupakan jasa-jasa sesepuh para pendahulu maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong dan sekitarnya.
Fenomena Cingkrik sebagai maenpukulan asli Betawi Rawa Belong, membawa nama tokoh legendaris Betawi Si Pitung, yang memang terkenal sebagai Jawara Rawa Belong. Cingkrik dianggap sebagai salah satu silatnya Si Pitung, dan ini merupakan salah satu dari sekian banyak hal tentang Cingkrik yang perlu diluruskan. Para sesepuh maenpukulan Rawa Belong meragukan bahwa Cingkrik merupakan “maenan” nya Si Pitung, sekalipun dia dilahirkan dan dibesarkan disana.
Bang Nunung sebagai salah satu sesepuh maenpukulan Rawa Belong berargumen, bahwa masa Si Pitung jauh mendahului masa lahirnya maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong yang diperkirakan baru diciptakan pada awal abad ke XX oleh Ki Maing. Hal ini dapat ditelusuri dari skema generasi terbawah di silsilah Cingkrik Rawa Belong, yang orang-orangnya masih ada dan tetap eksis mengajar Cingkrik sampai saat ini.
Sejarah dan Perkembangan Maenpukulan Cingkrik
Dahulu banyak orang Rawa Belong yang menimba ilmu ke Kulon (tidak dapat dipastikan tempatnya, karena Meruya dan Tangerangpun sudah dianggap Kulon oleh orang-orang Rawa Belong pada waktu itu) untuk belajar ilmu agama dan ilmu beladiri, baik ilmu batin maupun maenpukulan.
Salah satu dari sekian banyak orang Rawa Belong yang belajar ke Kulon itu adalah Ki Maing, namun belum tuntas belajar, Ki Maing memutuskan untuk kembali pulang ke Rawa Belong. Hingga sampai pada suatu ketika, Ki Maing yang sedang berjalan, tongkatnya direbut oleh seekor kera milik tetangganya yang bernama Nyi Saereh. Spontan Ki Maing menarik kembali tongkatnya, hingga terjadilah perebutan tongkat antara Ki Maing dan kera milik Nyi Saereh. Si kera tidak mau mengalah begitu saja, dengan sigap dan lincahnya berusaha menarik kembali tongkat Ki Maing dengan disertai beberapa gerakan serangan dan pertahanan yang menyerupai jurus silat. Ki Maing sangat terkesan akan gerakan-gerakan kera tersebut, hingga hampir setiap hari Ki Maing mendatangi kera itu untuk kemudian mempelajari dan menganalisanya. Setiap gerakan pertahanan si kera yang lincah itu diiringi serangan, begitupun sebaliknya setiap serangan merupakan pertahanan. Dengan kombinasi antara kaki dan tangan yang begitu gesit dan lincah. Dari pengamatan gerakan natural kera tersebut, dan ketekunannya berlatih, oleh Ki Maing dikembangkan menjadi sebuah gerakan atau jurus silat, yang kemudian hari dikenal dengan sebutan Cingkrik.
Setelah merasa menguasai maenpukulan Cingkrik yang diinspirasikan dari gerakan kera milik Nyi Saereh tadi, Ki Maing memutuskan untuk kembali ke padepokannya di Kulon. Untuk menguji sampai dimana keberhasilan jurus-jurus barunya itu, Ki Maing “menjajal” satu persatu teman seperguruannya itu, yang hasilnya tidak satupun teman seperguruannya berhasil mengalahkannya. Pada akhirnya guru Ki Maing pun turut serta menjajal kehebatan jurus baru muridnya itu, namun kenyataan yang dialami oleh teman-teman seperguruan Ki Maing, dialami pula oleh gurunya. Gemparlah seluruh padepokan itu dan sang gurupun mengakui kehebatan jurus barunya Ki Maing itu.
Sekembalinya ke Rawa Belong, Ki Maing menyebarluaskannya dengan menularkan jurus barunya itu kepada jawara-jawara Rawa Belong yang pada fase ini, mulai dikenal nama maenpukulan Cingkrik, karena sebelumnya orang Rawa Belong hanya mengenal Cingkrik dengan sebutan “maenpukul”. Dari Ki Maing diturunkan kepada tiga orang, yaitu Ki Saari, Ki Ajid, dan Ki Ali.
Ki Saari
Ki Saari turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik dan mempunyai murid bernama Bang Wahab. Bang Wahab sendiripun turut mengembangkannya dengan memliki beberapa murid, yang salah satu diantaranya adalah anaknya sendiri yaitu Bang Nur yang hingga kini masih eksis mengembangkan maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong.
Ki Ajid
Ki Ajid turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik dan banyak memiliki murid yang tersebar di Rawa Belong dan sekitarnya, diantaranya yang terkenal adalah: Bang Acik (Munasik), Bang Uming, Bang Ayat, dan Bang Majid. Selanjutnya dari Bang Uming, maenpukulan Cingkrik kian pesat dikembangkan. Bang Uming mengajar Cingkrik tidak hanya di Rawa Belong saja tetapi di tempat lain seperti Tenabang, Kemandoran (Permata Hijau), Kebon Jeruk/Kelapa Dua dan daerah lainnya. Adapun dari sekian banyak murid Bang Uming yang terkenal adalah: Bang Akib, Bang Umar, Bang Hasan Kumis, dan Bang Nunung. Pada masa Bang Hasan Kumis, maenpukulan Cingkrik makin terus berkembang dan terkenal, bersama-sama Bang Nunung dan kawan-kawan mendirikan Perguruan Silat Cingkrik Jatayu Tumbal Pitung. Diantara muridnya yang terkenal adalah, Bang Sapri dan Bang Warno (Suwarno Ayub) yang hingga kini masih eksis mengajarkan maenpukulan Cingkrik di Rawa Belong dan sekitarnya.
Ki Ali
Ki Ali turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik dan juga memiliki banyak murid, diantaranya yang paling terkenal adalah:
Ki Sinan, berasal dari Kebon Jeruk dan turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik di daerah Kebon Jeruk dan sekitarnya. Diantara murid-muridnya yang terkenal adalah: Bang Melik dan Bang Entong.
Ki Goning, berasal dari Kemanggisan, turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik di Kemanggisan dan sekitarnya. Memiliki cukup banyak murid, yang terkenal diantaranya adalah Bang Hamdan.
Ki Legod, berasal dari Muara Angke/Pesing yang juga turut mengembangkan maenpukulan Cingkrik di daerah Muara Angke/Pesing.
Asal Kata Cingkrik
Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa penyebutan maenpukulan Cingkrik mulai dikenal pada masa genre kedua (Ki Saari, Ki Ajid, dan Ki Ali). Dimana kata Cingkrik muncul dari ungkapan Betawi, yaitu Jingkrak-Jingkrik atau Cingkrak-Cingkrik yang berarti lincah, hal ini mengacu pada gerakan natural dari kera yang sangat lincah, hingga dikembangkan menjadi sebuah jurus silat (maenpukulan) yang lincah, atraktif dalam serangan yang sekaligus merupakan pertahanan, dan pertahan yang sekalgus juga adalah serangan.
Jurus-Jurus Maenpukulan Cingkrik
Cingkrik memiliki 12 jurus dan ditambah dengan sambut, namun dalam perkembangannya dari 12 jurus dan sambut yang ada, bisa saja berlainan tergantung dari guru mana kita belajar. Sejatinya setiap jurus dan gerakan Cingkrik adalah fleksibel berkembang, tidak kaku atau baku. Namun intinya tetap sama, gerakannya lincah, menyerang maupun bertahan, bertahan sekaligus menyerang dengan gesit dan lincah.
Sebagai contoh, seperti yang dikembangkan oleh Bang Wahab, jurus-jurus dan gerakannya menitik beratkan pada bagian atas, gerakannya seperti menotok, banyak mengandalkan serangan tangan dan jari dengan sasaran ulu hati, dada, leher dan muka. Sedangkan Bang Uming mengembangkannya dengan atas-bawah kombinasi beset-gedor, ambilan kaki (cingkrik) dan turun ke bawah dengan serangan empat penjuru. Begitupun dengan Ki Sinan dan Ki Goning, yang mengembangkan Cingkrik dengan kelebihannya masing-masing.
Ketidak seragaman atau perbedaan baik dalam jurus, gerak dan sambut di Cingkrik, dalam perkembangannya bukan merupakan masalah yang mendasar bagi orang-orang yang ingin mendalami Cingkrik, karena fleksibilitasnya yang terus berkembang tergantung kepada siapa (guru cingkrik) kita belajar/berguru. Namun yang paling penting adalah janganlah kita melupakan sejarah asal usul Cingkrik, yang dilahirkan di dan oleh orang Rawa Belong, yaitu Ki Maing.
Dasar Jurus Cingkrik ada 12, yaitu:
1. Keset Bacok
2. Keset Gedor
3. Cingkrik
4. Langkah 3
5. Langkah 4
6. Buka Satu
7. Saup
8. Macan
9. Tiktuk
10. Singa
11. Lokbe
12. Longok
Ditambah atau dilanjutkan dengan sambut: 1. Sambut 7 muka 2. Sambut Gulung 3. Sambut Detik/Habis
Adapun gerakan jurus gabungan dari 1-12 disebut sebagai Bongbang, yang biasanya digunakan untuk atraksi di panggung-panggung.
Betawi, Nopember 2008
Berdasar tulisan asli Cacang tentang Sejarah Silat Cingkrik Rawa Belong, dengan nara sumber sesepuh Maenpukulan Cingkrik Rawa Belong diantaranya : Bang Nunung dan Bang Warno (Suwarno Ayub)