Perguruan Silat Cingkrik Goning Tb.Bambang Indonesia

Pukulan di Tubuh yang Harus Dihindari Karena Bisa Mematikan

Jakarta, Meski tidak membawa senjata, kedatangan tukang pukul harus diwaspadai jika punya keterampilan untuk membunuh dengan tangan kosong. Manusia memang punya kelemahan di beberapa titik, yang membuatnya bisa tewas hanya dengan satu pukulan.

Ilmu beladiri China mengenal teknik melumpuhkan lawan yang disebut Dim Mak yang artinya sentuhan maut. Tanpa harus mengeluarkan banyak gerakan, satu sentuhan pada bagian tertentu bisa membuat lawan tersungkur tak berdaya atau bahkan mati seketika.

Beberapa bagian tubuh manusia bisa menjadi target dalam teknik sentuhan maut. Maka itu jaga bagian-bagian tubuh ini agar terhindari dari pukulan yang keras dan mematikan seperti karena perkelahian atau sebab lain. Dan jangan melakukan kekerasan pada orang lain yang bisa berujung maut dan malah membuat orang jadi terpidana.

Para ahli psikologi mengatakan, mengeluarkan amarah dengan kata-kata adalah cara teraman untuk menghindari kasus-kasus kekerasan. Namun manusia juga harus bisa melatih emosinya agar tidak cepat ‘panas’ dengan cara selalu berpikiran positif.

Pukulan di tubuh yang harus dihindari karena bisa mematikan itu seperti dikutip dari Straightdope, Selasa (12/4/2011) antara lain.

1. Pukulan di dada
Benturan keras di bagian ini bisa membuat orang tewas seketika akibat terhentinya denyut jantung yang disebut dengan commutio cordis. Gangguan fungsi jantung akibat benturan di dada bahkan seringkali tidak disertai kerusakan struktural pada jantung.

Dalam studi yang dilakukan terhadap 128 kasus serangan dengan tangan kosong yang diarahkan ke dada, 84 persen di antaranya berujung kematian. Sekitar 50 persen tewas seketika dan sisanya butuh waktu 1-2 menit sebelum jantungnya berhenti berdetak.

Penelitian itu mengungkap tidak butuh tenaga yang terklalu kuat untuk memberikan efek pada jantung. Eksperimen yang dilakukan pada binatang menunjukkan bahwa pukulan yang dilayangkan dengan kecepatan 48 km/jam sudah cukup untuk membunuh korban.

2. Pukulan di leher
Beberapa titik di samping leher memiliki pembuluh darah yang dinamakan carotid artery. Karena fungsinya adalah mendistribusikan oksigen ke otak, dampaknya bisa sangat mematikan jika pembuluh darah tersebut mengalami kerusakan misalnya karena terkena pukulan.

Dampak paling fatal terjadi apabila pukulan diarahkan ke bagian carotid sinus, yakni percabangan pembuluh darah di sisi samping leher manusia. Kerusakan di bagian tersebut akan memicu kelumpuhan serta berbagai masalah sistem saraf yang akan segera disusul dengan kematian.

3. Pukulan di kepala bagian belakang
Titik paling mematikan dalam ilmu bela diri China adalah Bladder-10 yang terletak pada tengkorak bagian belakang. Titik yang sama digunakan juga dalam akupunktur untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan kandung kemih (bladder).

Dalam sekejap, benturan di bagian tersebut bisa memicu kerusakan pada sistem otak yang mengatur kesadaran yakni Reticular Activating System (RAS) sehingga korban langsung pingsan. Apabila benturannya cukup keras, korban tidak hanya pingsan tetapi bisa langsung tewas saat itu juga.

Sumber : AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

DIRGAHAYU RI KE-65

MERDEKA!

Dirgahayu RI ke-65,  “Bilangin ame semuanye nyang bener bilang bener, nyang salah tetep salah, kagak bisa dijadi-in atu” (Cingkrik Goning – Bekasi).

Pencak Silat Jadi Bintang di Pretoria

Jumat, 11/06/2010 03:58 WIB
Laporan dari Afrika Selatan
Oleh Doni Wahyudi – Piala Dunia

Pretoria – Pencak silat masih jadi sesuatu yang sangat asing di Afrika Selatan. Namun seni bela diri asli Indonesia itu berhasil mencuri perhatian dan jadi bintang dalam sebuah festival di Pretoria.

Sehari jelang dibukanya Piala Dunia 2010, Kota Pretoria menggelar semacam karnaval yang dinamai Festival Musanda. Beberapa perwakilan negara sahabat ikut dalam acara tersebut, termasuk dari Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, kedutaan besar Indonesia menurunkan kesenian pencak silat. Meski publik Afrika Selatan masih banyak yang belum mengenal Indonesia, apalagi pencak silat, tapi atraksi yang dipertunjukkan ternyata mampu menyedot banyak perhatian warga sekitar yang dilewati rombongan parade tersebut.

Di bawah pimpinan Prihardjono, sekitar berlasan pesilat muda mempertunjukkan beragam jurus sepanjang rute karnaval yang berjarak sekitar lima kilometer tersebut. Setiap peragaan jurus, baik tangan kosong maupun simulasi duel, puluhan orang langsung berkerumun untuk menyaksikan dan bersorak-sorai memberi dukungan. Padahal tak semua peserta festival dapat sambutan seperti itu.

Beberapa penonton yang berjejer di sepanjang jalan bahkan ada yang meniru-nirukan jurus yang diperagakan rombongan Indonesia tersebut.

Menggunakan atasan berwarna merah dan celana putih plus sejenis tutup kepala asal Minang, rombongan Indonesia kerap dapat dukungan saat peragaan silat dilakukan.

Pencak silat sendiri baru masuk Afrika Selatan sejak Januari 2010 lalu. Namun sejuh ini perkembangannya terhitung menggembirakan dengan jumlah pengikutnya sudah mencapai 400 orang. Ditargetkan pada tahun pertama ini ada seribu anggota yang bisa dijaring.

“Hitungannya sulit memperkenalkan pencak silat di Afrika Selatan. Saat pertama dengar saja mereka bertanya-tanya. Apa itu pencak silat, apa sejenis makanan, atau apa,” kisah Ketua Asosiasi Pencak Silat Afrika Selatan,� Sariat Arifia kepada detiksport di Pretoria, Kamis (10/6/2010).

Meski diakui sulit, namun upaya untuk terus memperkenalkan pencak silat di Afrika Selatan dan negara sekitarnya terus dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan menggelar turnamen pencak silat se-Afrika Selatan dalam waktu dekat ini.

Dengan dukungan dari kedutaan besar Indonesia di Afrika Selatan, sebuah cabang baru akan dibuka di Cape Town dalam waktu dekat.

“Tantangan kami di sini adalah menjual silat saat banyak orang masih tidak tahu. Itu sulit karena ibaratnya promosi butuh dana yang tidak sedikit. Sejauh ini kita swadaya saja. Kami juga meminta dukungan dan doa masyarakat Indonesia untuk bisa terus mengembangkan pencak silat di Afsel ini,” pungkas Sariat.

(din/arp)

Sumber : detik.com

Semangat, salah satu obyek yang kita latih

Salah satu manfaat yang harus dikembangkan dalam berlatih beladiri adalah bagaimana kita melatih semangat, spirit!
Jiwa-jiwa muda yang penuh gairah kita arahkan dengan spirit perjuangan seorang pendekar yang tidak mudah goyah diterpa badai kehidupan. Semangat pantang menyerah, teguh mempertahankan prinsip, bersungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita.

Spirit Pendekar

Betapa banyak generasi muda yang layu sebelum berkembang, patah semangat, kehilangan gairah hidup…bahkan sampai ada yang bunuh diri! Kenapa bisa terjadi? karena jiwanya tidak ditempa, semangatnya tidak dilatih supaya terus berkobar, dan hatinya tidak diisi dengan keimanan.

SEMANGAT! Ibarat seorang penunggang kuda, jubahnya berkibar, berani menembus badai pasir untuk meraih cita-cita, menegakkan keadilan, menghancurkan angkara murka!

Bagaimana Melatih Teknik Cingkrik jadi Efektif?

aplikasi cingkrik

Dalam pertarungan sesungguhnya proses yang terjadi adalah gerakan acak yang kadang-kadang tidak dapat diduga. Berbeda dengan suasana latihan tingkat dasar yang dilakukan dengan pola-pola tertentu dengan selalu memperhatikan unsur-unsur keselamatan untuk menghindari cedera.
Ada yang mengatakan bahwa suatu teknik akan efektif dipakai dalam pertarungan jalanan jika sudah menjadi reflek atau istilah lain sudah mendarah daging, menyatu dengan kita keluar secara spontan tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
Pertanyaannya bagaimana melatih teknik-teknik kita seperti sambut yang dimiliki Cingkrik menjadi gerakan reflek sehingga menjadi lebih efektif?
Master Jujitsu, George Kirby dalam bukunya “Jujitsu Nerve Techniques” memberikan contoh permainan-permainan bagaimana melatih sambut/serang balas yang cukup efektif untum melatih teknik kita, diantaranya :
1. CIRCLE OF FEAR, dibawah pengawawan pelatih, murid-murid berhadapan satu sama lain dalam sebuah lingkaran, sementara satu orang murid berjalan di lingkaran dalam dan satu lagi di lingkaran luar secara berlawanan arah. Apabila pelatih memberi aba-aba serang maka murid yang berjalan di lingkaran dalam atau lingkaran luar menyerang siapa saja yang paling dekat dari arah mana saja, samping, depan atau belakang. Murid yang diserang lalu melakukan pembelaan dengan teknik apa saja secara spontan, sementara murid-murid yang lain yang bebas menyingkir untuk memberikan ruang supaya leluasa bagi yang sedang melakukan teknik sambut.

2. TRIANGLE, cara ini dilakukan oleh empat orang murid, tiga orang penyerang dari depan, samping kiri dan samping karang, satu orang lagi melakukan pembelaan diri. Serang dilakukan berdasarkan aba-aba dari pelatih apakah dimulai dari depan, samping kiri atau samping kanan.

Tentu saja banyak cara atau metode lain lagi untuk melatih teknik sambut ini supaya lebih cepat dikuasai, yang paling penting lagi hal ini juga bisa melatih murid supaya menjadi lebih tenang dan dapat mengatur pernapasan supaya lebih teratur dalam menghadapi situasi yang menegangkan. Selain itu tentu saja permainan seperti ini bisa menghilangkan kejenuhan dan memberikan kegembiraan tersendiri.
Salah satu pendekar Cingkrik Bang Andre Fathoni berbagi pengalaman bagaimana melatih teknik-teknik cingkriknya supaya menjadi gerakan yang reflektif dan efektif. Dalam latihan yang Bang Andre lakukan gerakan reflex bisa timbul dgn :
1. Latihan malem hari
2. Ngelazimin jurus/jalanin jurus dengan gerakan cepat terutama saat balik badan.
3. Keringet setelah latihan jangan di hapus / biar kering sendiri.

”Itu semua terbukti, ane pernah alemin… dan terus terang aga’ membahayakan orang sekitar kite…” ujar beliau.
” Menurut ane, reflex urutan ke dua dari tingkat orang yg sedang mendalami jurus ..
1. hapal… 2. reflex… 3. rasa. Tingkatan rasa adalah tingkat yg paling tinggi…”
“Mmm…ibarat kate gini bang, kalo reflex kena dulu baru mentil.. tapi kalo rasa belom kena udah ke tangkep.. kalo di pelm2x, tingkatan eni udah bisa tutup mata gitu.…”
Menarik bukan! Tapi satu hal yang paling penting adalah latihan…latihan…dan latihan!

Perbedaan antara Pemanasan dengan Peregangan

stretchingPemanasan dan peregangan sangat perlu dilakukan sebelum berlatih atau berolahraga pada umumnya. Keduanya dapat berguna untuk memperbaiki performa, mencegah resiko cedera, melenturkan otot tubuh, bahkan hingga pencegahan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan tulang(orthopedic).

Perbedaan mendasar antara pemanasan atau warm-up dengan peregangan atau stretching. Pemanasan sama sekali tidak sama dengan peregangan, namun keduanya mempunyai manfaat masing-masing. Berikut ini adalah penjelasan pemanasan dan peregangan menurut Dr. Nicholas DiNubile, M.D., seorang ahli bedah orthopedic spesialis ilmu kedokteran olahraga. Dr. Nick telah mendapat gelar salah satu “Best Doctors in America” dan “America’s Top Surgeons.” Ia melatih gerakan otot dan merawat cedera para atlit dan pelatih profesional hingga atlit kelas Olimpiade di tempat praktek pribadinya. Ia juga menjadi Orthopedic Consultant pada klub basket Philadelphia 76ers dan Pennsylvania Ballet. Dr. Nick juga mengajar para dokter dan ahli bedah muda di University of Pennsylvania, USA.

Pemanasan atau Warm-up dilakukan sebagai persiapan sebelum berlatih, berolahraga dan beraktivitas. Pemanasan menjadi semakin penting ketika usia kita bertambah, apalagi jika kita menderita cedera atau penyakit orthopedic lainnya. Pemanasan biasanya diselesaikan dengan kondisi tubuh sedikit berkeringat. Kondisi tersebut akan menaikkan temperatur tubuh sehingga jaringan otot-otot tubuh kita akan menjadi lebih elastis dan lentur akibatnya dapat mengurangi resiko cedera, keseleo atau kram otot. Otot-otot dan tendon (urat-urat daging) mempunyai sifat viscoelasticity. Maksudnya adalah otot dan tendon kita akan bereaksi berbeda pada kondisi temperatur tubuh yang berbeda pula, sifat fisik otot dan tendon sangat berbeda.

Ketika kondisinya dingin, maka keduanya menjadi mudah kaku dan tegang. Sebaliknya jika kondisinya menghangat maka otot dan tendon menjadi lebih elastis bagaikan tali bungee jumping. Berdasarkan sifat tersebut maka pemanasan sebelum berolahraga atau berlatih, sangatlah penting karena jika tidak Kondisi otot yang dingin akan mudah keseleo.

Pemanasan sangat mudah dilakukan agar tubuh bisa sedikit memanas dan berkeringat. Pemanasan biasanya dapat dilakukan dengan aktivitas kardiovaskular atau aerobik singkat seperti berlari di tempat, mengayuh stationary bike, atau dengan jumping jacks. Sekali saja kita dapat berkeringat akibat pemanasan, maka tubuh kita sudah lebih siap untuk berlatih, berolahraga atau beraktivitas.

Sementara itu peregangan atau stretching sangatlah berbeda. Jika diatas disebutkan bahwa kondisi otot yang dingin akan mudah keseleo (karena itu pemanasan sangat penting), maka kondisi otot atau kelompok otot yang tegang dan kaku juga akan mudah keseleo. Disinilah peran peregangan atau stretching menjadi penting. Peregangan memerlukan manuver atau gerakan yang bisa memperpanjang atau mengulur dengan lembut, dan hati-hati pada bagian otot serta tendon tubuh kita. Karena waktu yang sangat tepat untuk melakukan peregangan adalah setelah pemanasan yang cukup, kita juga dapat meregangkan otot yang kondisinya dingin. Namun kita harus lebih berhati-hati agar tidak terjadi keseleo berat, peregangan yang berlebihan malah mencederai otot kita lho…!

Peregangan dapat dilakukan dengan aman setiap hari dan harus melibatkan semua kelompok otot mayor (utama). Umumnya, orang-orang dewasa mempunyai empat titik otot tegang yang dapat diperkirakan sebelumnya. Empat titik tersebut adalah bahu bagian depan, punggung bagian bawah, otot-otot lutut, dan betis. Jika kita terlanjur mengalami otot yang tertarik atau bagian otot yang cedera, maka kemungkinan telah terjadi ketegangan otot di sekitar empat titik tadi. Salah satu cara yang baik untuk mengatasinya yaitu dengan meningkatkan fleksibilitas atau kelenturan, dan untuk menjadikan peregangan suatu gerakan yang menyenangkan adalah dengan mengikuti senam yoga.

Perlu kita tahu, bahwa kombinasi antara pemanasan dan peregangan banyak dibutuhkan sebelum kita melakukan aktivitas olahraga. Apalagi melibatkan pola gerakan yang mengangkat dan gerakan melompat atau melontar. Sebagai contohnya, jika kita akan melakukan angkat beban,bermain tennis, basket, atau bagi kita yang sering melakukan olahraga di akhir pekan saja (weekend warrior), maka baik pemanasan dan peregangan harus kita lakukan dahulu. Jangan lupa, peregangan juga penting dilakukan sesudah berolahraga atau setelah aktivitas kita yang berat. Bahkan misalnya ketika kita tiba di rumah setelah seharian beraktivitas yang melelahkan.

Tergantung pada jenis olahraga atau aktivitas kita, maka ada beberapa kelompok otot tertentu yang membutuhkan peregangan lebih lama. Misalnya, Jika anda melakukan latihan angkat beban, lakukan peregangan dengan mengangkat beban mulai dari yang ringan selama beberapa menit sampai kita sedikit berkeringat. Setelah itu baru yang berat dan awali dengan gerakan yang lambat. kita juga bisa mulai gerakan peregangan simpel yang terfokus pada otot atau kelompok otot yang penting dalam fitness seperti bagian tangan, dada, bahu, punggung, perut, paha dan betis. Jadi, Pilihlah jenis gerakan peregangan yang dapat mengendurkan bagian otot-otot tadi.

Seperti yang sudah kita ketahui, ada beberapa waktu yang tepat untuk melakukan peregangan. Peregangan bisa dilakukan sebelum dan sesudah kita melakukan aktivitas olahraga atau fitness, kita bisa melakukannya diantara sesi latihan yaitu pada saat ada istirahat kira-kira ±1 menit. Jika terlalu lama otot kita akan menjadi dingin kembali berarti kita seperti memulainya lagi dari awal. Nah, sebelum melanjutkan sesi latihan kita bisa gunakan peregangan atau stretching disela-sela waktu tersebut.

Nah, lakukanlah pemanasan terlebih dahulu dan kemudian disusul peregangan agar kita terhindar dari cedera otot.

Sumber : spiritfitnesscenter.blogspot.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.